Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini






Rabu, 4 Desember 2019

Seksi Rehabilitasi

Seksi Rehabilitasi adalah bagian Fungsi dari BNN yang dalam amanahnya di UU Narkotika Nomor 35 tahun 2009 mengemban tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan rehabilitasi baik medis dan/atau sosial bagi pecandu, dan korban penyalahguna narkotika dan bahan psikotropika serta bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif alkohol dan tembakau2, dimana dalam penjabarannya seksi rehabilitasi memberikan pelayanan rehabilitasi medis dan sosial kepada seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan penanganan rehabilitasi narkoba. Selain itu tugas dan fungsi seksi rehabilitasi adalah meningkatkan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan sosial pecandu narkotika dan psikotropika serta bahan adiktif lainnya. Tak hanya itu, tugas dan fungsi rehabilitasi BNNP / kota / kabupaten juga meliputi pemetaan wilayah guna mendapatkan gambaran dan informasi yang lebih akurat mengenai gambaran komunitas,infrastruktur,demografi,kelompok2 yg ada masalah kesehatan lainnya, secara khusus pemetaan wilayah dalam upaya pelaksanaan rehabilitasi yang meliputi lokasi lembaga rehabilitasi,layanan yg tersedia, sarana dan prasarana,legalitas formal,SDM,dan anggaran. Selanjutnya seksi rehabilitasi dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah juga membangun jejaring kerja dengan instansi/ lembaga / instansi terkait dengan tujuan peningkatan kemampuan melalui serangkaian kegiatan seperti penguatan, dorongan, atau fasilitasi kepada Lembaga rehabilitasi medis dan/atau sosial yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Peningkatan akses layanan rehabilitasi medis dan/atau sosial juga tidak lepas dari tujuan membangun jejaring kerja seksi rehabilitasi. Dalam pelaksanaan Tugasnya Seksi Rehabilitasi didukung oleh SDM yang sudah terlatih dan bersertifikasi dalam penanganan Adiksi Narkoba Seksi Rehabilitasi dikepalai oleh Drs. Yhuli Antoro, MM.







Terkini








Selasa, 10 September 2019

Sehat Berwirausaha Tanpa Narkoba

Apa kaitannya Narkoba dengan dunia usaha? Pasti ada hubungannya. Memangnya apa? Mari kita bahas. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong dan menuntut semua aspek kehidupan untuk turut serta berkembang. Mulai jaman surat sampai ke email bahkan aplikasi chatting, mulai dari uang kertas sampai ke uang elektronik bahkan pasar dan toko-toko konvensional yang mulai harus bersaing dengan aplikasi belanja online. Yang pada intinya perkembangan jaman dimemang ciptakan untuk mempermudah aktifitas kita sehari-hari.Namun sayangnya era kemajuan teknologi juga dimanfaatkan oleh beberapa pihak tertentu untuk hal-hal yang negatif. Apa contohnya? Tidak lain dan tidak bukan jawabannya adalah NARKOBA. Bagaimana caranya? Jadi menurut berita dan berbagai sumber informasi media sosial sudah banyak contoh kasus tentang pengiriman barang mencurigakan berupa paket ekspedisi atau sebuah jasa pengiriman, yang tentu aksesnya memakai embel-embel kegiatan bisnis. Di Tulungagung pun pernah ditemukan kejadian serupa dimana Polisi berhasil menggagalkan pengiriman pil Dobel L sebanyak ratusan ribu butir melalui jasa pengiriman kereta api.Yups, sebagai pelaku wirausaha, tentunya kita semua ingin bila bisnis yang anda miliki tidak akan pernah bermasalah dengan Narkoba. Karena hal ini pasti akan berpengaruh besar pada produktifitas usaha. Nah, berikut ada poin-poin yang perlu di perhatikan dalam berbisnis/ berwirausaha di era sekarang yang penuh tantangan ini diantaranya :

  1. Saat bapak-bapak atau ibu- ibu melakukan transaksi bisnis baik ONLINE /OFFLINE, waspada dan hati- hati terhadap barang yang bukan dari NAMA ANDA atau ALAMAT PENGIRIM TIDAK DIKENAL, bisa dibilang barang "mencurigakan". Jika terjadi hal seperti ini bisa segera lapor ke pihak berwajib terdekat untuk memastikan apa isinya.
  2. Jika bapak-bapak atau ibu-ibu mempunyai staf atau karyawan, alangkah lebih baik mengawasi rutinitas mereka saat berada di area kerja anda. Antisipasi hal-hal yang tidak di inginkan seperti adanya karyawan yang memakai Narkoba secara diam-diam ketika bekerja atau bahkan melakukan peredaran gelap Narkoba kepada sesama karyawan.
  3. Buat aturan yang tegas pada perusahaan/usaha anda tentang sanksi penyalahgunaan atau peredaran gelap Narkoba bagi karyawan.
Sekian tips "Sehat Wirausaha Tanpa Narkoba", semoga gambaran singkat ini bisa memberikan pencerahan bagi kita semuanya.Salam, Oleh : MandariChaPenggiat Anti Narkoba Kabupaten Tulungagung
https://www.youtube.com/channel/UCbr6UANtDITOH5FaIz3EfAQ


Selasa, 3 September 2019

Tip Dan Trik Menolak Hasutan Mencoba Narkoba

Tip Dan Trik Menolak Hasutan Teman Untuk Mencoba NarkobaPergaulan adalah kunci utama dalam kehidupan sosial kita. Sebagai makhluk sosial, setiap hari kita tidak akan pernah bisa lepas dari interaksi bersama orang lain. Akan tetapi, selain manfaat positif yang bisa kita dapatkan, tidak jarang proses bersosial ini justru membawa dampak negatif. Salah satunya adalah masuknya pengaruh penyalahgunaan Narkoba. Karena tidak bisa kita pungkiri, lingkungan menjadi ternyata merupakan faktor kuat yang menjadi alasan orang pakai Narkoba untuk pertama kali. Bagaimana dengan kalian? pernah mendapat pengalaman ditawari Narkoba? Apa yang kalian lakukan? Berikut adalah cara efektif yang patut dicoba ketika mendapat tawaran pakai Narkoba.

  1. Perkaya Informasi Tentang Penyalahgunaan Narkoba.
Kawan! Kemajuan jaman dan teknologi ternyata juga mendorong berkembangnya permasalahan Narkoba. Untuk itu sebagai generasi jaman now atau generasi milenial harusnya kita lebih peka terhadap hal ini. Perbanyaklah informasi tentang penyalahgunaan dari berbagai sumber, mulai dari ikut kegiatan sosialisasi dari BNN, diskusi dengan teman sekolah/kampus bahkan surfing di dunia maya dengan sumber-sumber yang bisa terpercaya. Tanpa kita sadari, dengan semakin banyak informasi yang kita dapat, imunitas diri kita pasti juga akan bertambah. Tidak mudah terhasut bahkan tidak mudah untuk dibohongi dengan iming-iming yang ditawarkan.
  1. Komitmen Diri dan Berani Menolak.
Sudah sewajibnya kalo dalam diri kita harus punya komitmen untuk tidak akan pernah menyalahgunakan Narkoba. Kenapa ini penting? Karena tidak jarang, justru di jaman sekarang orang pakai Narkoba dalam keadaan sadar dan atas kemauan sendiri. Tidak seperti kisah-kisah jaman dulu, kalo pertama pakai Narkoba karena dijebak teman atau bandar. Banyak faktor kenapa orang secara sadar mencoba Narkoba, mulai dari memuaskan rasa penasaran sampai pelarian dari permasalahan hidup. Ada pula yang pakai Narkoba hanya untuk menuruti tren atau gaya hidup. Disamping itu, dari contoh kasus yang terjadi, Narkoba justru ditawarkan oleh teman akrab kita. Faktor kedekatan ini yang tidak jarang pula menjadi pemicu, maka dari itu selain komitmen diri, keberanian untuk menolak juga sangat penting. Kenapa? Karena iming-iming seperti itu pasti muncul tidak hanya sekali, tapi berkali-kali sampai kita mau untuk mencoba.
  1. Mencari Lingkungan Baru.
Penolakan-penolakan yang sering kita lakukan kepada teman yang menawarkan Narkoba, pasti akan berbuntut pada ancaman bakal dijauhi atau bahkan ditinggalkan teman. Hal ini sangat lumrah terjadi, akan tapi perlu kepala dingin pula untuk menanggapinya. Bukankah pergaulan yang baik itu adalah saling menjaga dan saling melindungi dari pengaruh negatif.  Bukannya saling menjerumuskan satu sama lain ke hal-hal yang tidak baik. Takut ditinggal teman? No Problem!! Jika memang dirasa pergaulan tidak nyaman dan beresiko mengarah ke hal yang negatif, sangat disarankan untuk keluar dari zona seperti itu. “Mending kehilangan teman daripada kehilangan masa depan gara-gara teman”. Sepakat yess.Itu tadi beberapa tip dan trik untuk menangkal hasutan-hasutan jahat pergaulan. Silakan dicoba kawan, semoga Tuhan selalu melindungi kita dari bahaya penyalahgunaan Narkoba.oleh : Angga(Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Kabupaten Tulungagung)


Selasa, 2 Juli 2019

Menyembuhkan Keluarga Dan Rumah Anda

Kalau kita berbicara tentang keluarga, maka kita akan berbicara komunitas yang paling kecil dari masyarakat. Keluarga adalah dasar dari masyarakat. Diseluruh dunia manapun keluarga menjadi awal dari timbulnya sebuah masyarakat. Dan begitu juga di Indonesia. Suatu keluaraga menjadi satu awal dari kehidupan di masyarakat. Keluarga menjadi awal pendidikan bagi seorang manusia atau anak. Sampai ada ungkapan bahwa, bagaimana keluarganya akan begitulah anaknya atau anggota keluarganya.Berikutnya di dalam keluarga kita akan menemukan bagian-bagian dan fungsinya. Di dalam keluarga pasti ada ayah, ibu, dan  anak. Dan di kalangan anak pun nantinya ada anak tunggal, anak sulung, anak tengah dan anak bungsu, atau anak yang paling kecil. Yang fungsi dari bagian-bagian keluarga tersebut juga memiliki perbedaan-perbedaan. Fungsi-fungsi di dalam keluarga akan menjelaskan bagaimana nantinya setiap anggota keluarga akan berperan. Dan seiring dengan perjalanan waktu fungsi dari tiap-tiap anggota keluarga akan berubah atau akan mengalami pergantian. Mungkin dari yang tadinya anak nantinya akan menjadi ayah atau ibu atau disebut menjadi orang tua. Pada saat nya nanti peranan yang ada di dalam keuarga akan mengalami perubahan. Seperti misalnya nantinya seorang Ibu bisa saja akan menjadi seorang ayah juga. Tergantung nantinya kejadian-kejadian atau cerita-cerita apa yang muncul di setiap keluarga.Dengan membicarakan fungsi-fungsi yang berlaku di dalam setiap keluarga atau yang berlaku di dalam setiap anggota keluarga maka kita dapat mempelajari seperti apa kejadian-kehjadian yang ada di dalam setiap keluarga.

Adiksi dan Keluarga

Di dalam dunia adiksi setiap orang di dalam keluarga akan menjadi bagian dari penyakit tersebut. Setiap anggota keluarga yang ada akan menjadi bagian dari penyakit adiksi. Memang seorang pecandu yang menggunakan obat-obatan, akhirnya hanya dialah atau si pecandu lah yang satu-satunya menggunakan obat-obatan di dalam keluarga. Tapi kemudiannya seluruh keluarga akan terkena efeknya. Kita menyebut hal tersebut adalah co-dipendent. Ketergantungan. Kalau si pecandu akan mengalami ketergantungan terhadap obat-obatan. Maka keluarga akan tergantung dengan si pecandunya.Ketergantungan terhadap si pecandu akan meliputi berbagai aspek. Antara lain aspek fisik, mental, emosional dan spiritual. Ketergantungan ini juga disebut kerusakan. Jadi kerusakan yang dialami oleh pecandu menjadi kerusakan yang dialami oleh seluruh anggota keluarga. Kerusakan fisik, sudah jelas pada diri si pecandu kerusakan fisik akan terlihat bahwa badan kurus. Karena pemakaian atau penggunaan obat-obatan jangka panjang. Seorang pecandu mengalami hidup yang tidak teratur. Tidur tidak teratur. Saat orang-orang lain sedang tidur malam hari, pecandu keluyuran untuk mabok. Di keesokan harinya orang – orang lain bangun pagi si pecandu bangun siang hari. Dan pada saat bangun bukan melakukan hal – hal yang biasa dilakukan oleh orang normal, seperti sarapan pagi misalnya. Tapi hal yang pertama dilakukan adalah make’, mabok ataupun mencari obat-obatan untuk dipake. Sehingga hal lain untuk dikira tidak diperhatikan lagi. Badan kurus bagi pecandu sudah tidak aneh lagi semua pecandu biasanya akan memiliki badan yang kurus. Mata yang tidak segar. Singkat kata keadaan fisik sungguh menyedihkan. Dan masalah fisik pada keluarga juga pasti terjadi. Keluarga pecandu yang bermasalah akan mengalami hal yang sama seperti apa yang dialami oleh pecandu. Kadang orang tua juga jadi tidak memperhatikan masalah kesehatan dirinya karena hanya memikirkan keadaan anak nya yang bermasalah dengan obat-obatan. Orang tua bisanya sering bertengkar dengan keadaan anak yang seperti ini.   Sering terjadi saling salah menyalahkan diantara orang tua. Ini semua salah bapak, karena bapak sering tidak ada di rumah, yang diurus hanyalah pekerjaan di kantor. Tidak pernah memperhatikan keadaan anak-anak dan rumah tangga. Ini juga salah ibu, ibu hanya tahu nya arisan saja. Ibu hanya tahunya kumpul – kumpul dengan teman-teman nya saja tanpa memperhatikan lagi rumah tangga. Keadaaan saling menyalahkan seperti ini sering sekali terjadi diantara orangtua pecandu. Bahkan anak yang lain juga sering menyalahkan orang tua. Kurang perhatian bagi anak yang lain akan berakibat juga. Anak yang lain merasa perhatian orangtua hanya dicurahkan kepada si pacandu. Dan sering mereka kecewa karena perhatian yang diberikan kepada pecandu hanyalah perhatian yang sia-sia. Si pecandu tetap saja menyusahkan si orangtua dan seisi rumah.Dilanjutkan dengan masalah mental. Pola pikir. Disaat bangun pagi si Pecandu, pada pikirannya yang terpikir pertama kali ialah drugs. Obat – obatan. Bagaimana caranya aku bisa make’ hari ini. Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan uang untuk aku make. Bagaimana caranya aku dapat menipu orang tua untuk aku bisa mabok. Pokoknya di dalam pikiran si Pecandu yang ada hanyalah pikiran untuk make’. Make’ dan make’. “Make untuk hidup dan hidup untuk make”. Mental atau pola pikir yang seperti itulah yang menjadi masalah di dalam diri seorang pecandu. Dan pola pikir ini akan ada di dalam diri keluarga pecandu juga. Kalau pecandu sudah mulai bisa mencuri di rumah sendiri pastinya keluarga setiap pagi juga akan mulai berpikir setiap bangun paginya, apa lagi hal yang akan dibuat oleh si pecandu ini. Hal apalagi yang akan di buat yang mengacaukan hari ini. Tetanga mana lagi yang akan datang kerumah untuk meminta ganti rugi atas kehilangan yang terjadi di rumah tetangga tersebut. Keadaan mental keluarga akan sangat terpengaruhi selama Pecandu masih ada di rumah. Selama ada di rumah, se isi rumah akan mengalami masa yang sulit untuk berpikir normal. Karena pola pikir keluarga juga sangat dipengaruhi oleh keadaan Junkie atau Pecandu tersebut .Kemudian kita melangkah kepada emosional. Pada awal – awal pemakaian si Pecandu, biasanya pemakaian untuk menutupi kesedihan. Kesedihan di tinggal kekasih misalnya, itu merupakan pemicu yang sangat strategis di dalam diri anak muda untuk melakukan hal – hal yang destruktif. Hal – hal yang merusak entah itu terhadap orang lain ataupun terhadap diri sendiri. Yang merusak terhadap diri sendiri biasanya mabok. Pertama kali biasanya alkohol menjadi pilihan pertama yang di lakukan oleh pemula. Tapi jaman sekarang ini banyak sekali pilihan untuk bisa mabok. Tapi kalanjutannya adalah feeling marah yang seperti itu atau feeling yang kecewa, sedih seperti itu pada awalnya di tutup dengan menggunakan drugs. Namun kemudian sedih – sedih yang berikutnya ditutup dengan menggunakan drugs juga. Sampai akhirnya kecanduan dan mulailah dengan setiap feeling atau perasaan apa saja akan ditutup dengan menggunakan drugs. Atau penggunaan drugs pada tahap addict atau pecandu tidak mengenal waktu lagi ataupun tidak mengenal perasaan lagi. Keadaan perasaan sedang senang si pecandu akan memakai obat – obatan dan keadaan sedih pecandu tersebut juga akan menggunakan obat-obatan. Jadi susah dan senang akan manggunakan drugs. Sampai akhirnya semua perasaan yang dimiliki oleh seorang pecandu ditutupi oleh drugs tidak ada lagi feeling yang normal. Yang ada hanyalah feeling yang menggunakan obat-obatan di saat kita menggunakan obat – obatan maka feeling atau perasaaan si pecandu akan normal. Dan itu terus terjadi bertahun – tahun. Sehingga akan timbul juga kecenderungan bahwa disaat si pecandu mengalami gejala putus obat maka perasaan yang muncul juga tidak normal. Sebab perasaan yang timbul atau yang muncul di dalam diri seorang pecandu akan muncul dengan tidak normal. Segala sesuatu yang dirasa akan muncul dengan ekstrim. Perasaan kecewa yang cuma sedikit tapi akan muncul dengan perasaaan yang terakumulasi dengan cukup tinggi. Sehingga hasilnya yang muncul adalah kecewa yang sedikit akan sedih yang minta ampun. Sedih akan sedih sekali, senang juga akan muncul gejala yang sama. Di saat senang akan senang bukan main. Senang yang kelewatan. Dan semua itu karena tertutup drugs. Pemakaian yang cukup lama mempengaruhi seseorang karena “tidak pernah ada seorang pecandu yang pernah menyelesaikan persoalan hidupnya dengan benar. Dengan begitu jadilah apa yang dinamakan dengan perasaan yang beku. Seorang pecandu tidak memiliki perasaan sama sekali. Dan begitu juga dari keluarga pecandu. Kerusakan emosional yang dialami keluarga pecandu hampir mirip dengan apa yang dialami oleh pecandu. Keluarga pecandu juga akhirnya selalu marah-marah. Tidak pernah mengalami penyelesaian persoalan yang kongkret. Setiap persoalan di antisipasi dengan marah atau sedih Itu saja. Tidak ada pembicaraan yang kekeluargaan . Tidak ada pembicaraan yang dewasa. Tidak ada lagi pembicaraan di tengah meja makan. Ini semua menjadi kejadian yang sehari-hari di tengah – tengah keluarga pecandu. Sehingga akhirnya keluarga pecandu hanya dapat merasakan feeling yang itu – itu saja.Dan kemudian kita masuk kepada kerusakan spiritual. Tidak ayal lagi pecandu dimana-mana tidak pernah dekat dengan Tuhan. Tidak pernah ada kesadaran tentang makna hidup di dalam diri seorang pecandu. Untuk seorang pecandu kembali lagi hidup hanya untuk make dan make untuk hidup. Jadi “konteks keTuhanan untuk pecandu sudah bergeser, boleh dibilang Tuhan untuk seorang pecandu adalah Drugs. Yang patut di sembah di dalam hidup adalah drugs.” Yang bisa membuat hidup sejahtera hanyalah drugs. Dimana saja kapan saja hanyalah drugs. Sikap beragama tidak ada lagi. Jangankan menjalankan ritual semata tapi pecandu bahkan sanggup menghalalkan nama Tuhan untuk memuluskan maksud-maksudnya untuk mendapatkan drugs. Demikian juga dengan keluarga, konsep spiritual yang ada di dalam keluarga kadang-kadang bergeser. Sampai ada keluarga pecandu yang menyalahkan Tuhan atas segala kejadian yang menimpa mereka. Mereka menganggap Tuhan tidak sayang terhadap keluarga mereka lagi.Hal-hal di atas yang sering terjadi didalam keluarga pecandu. Bahkan tidak hanya ada di dalam rumah saja. Keluarga yang ada di luar rumah juga akan terpengaruh dengan apa yang di derita atau adiksi yang diderita oleh keluarga si Pecandu. Masyarakat di sekitar juga akan berpandangan tidak positif lagi terhadap keluarga yang memiliki pecandu. Dianggap keluarga yang ada pecandunya adalah keluarga yang menyimpan penjahat di dalam rumah. Keluarga yang sampai selamanya akan menjadi masalah bagi masyarakat. Para tetangga pun cenderung untuk tidak mau terlibat terlalu jauh terhadap keluarga ini.Dengan demikian penyakit adiksi sudah tidak lagi hanya menyerang si pecandu semata tapi juga sudah mencakup keseluruh aspek. Entah itu masyarakat yang ada di dalam lingkup yang kecil tapi juga sudah mencakup kepada masyarakat yang cukup besar.

Fungsi Keluarga

Dengan adanya kekacauan yang terjadi di dalam rumah masing – masing fungsi yang ada di dalam rumah menjadi kacau. Fungsi atau peran masing – masing anggota keluarga  di dalam rumah tersebut tidak lagi menjadi maksimal. Setiap peran di dalam rumah tersebut menjadi distorsi. Peran yang ada di dalam rumah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Seorang ayah yang seharusnya menjadi sentral di dalam keluarga tidak lagi bisa menjadi andalan untuk mengambil keputusan. Banyak lahirnya kelemahan – kelemahan dimiliki oleh peran sentral tersebut. Ayah tidak Lagi bisa menjadi satu figur pemimpin yang bisa diandalkan. Tidak bisa mengambil keputusan sebagaimana mestinya. Setiap keputusan yang diambil terasa malah kacau. Adiksi di dalam hal ini cukup mengambil peranan. Fungsi Ayah di dalam keluarga telah hilang. Yang mucul adalah sosok seorang lelaki yang tidak berdaya terhadap berbagai keputusan yang semestinya dia ambil sendiri.Begitu juga ibu. Keluarga seperti kehilangan Ibu yang mestinya dapat menjadi Ibu yang baik. Ibu yang baik yang dapat mendampingi seorang suami untuk mengatur keluarga menjadi tidak efisien lagi. Bahkan pertengkaran – pertengkaran malah sering terjadi dan lebih sering bahkan. Artinya lebih sering Pertengkaran terjadi. Keharmonisan rumah tangga tidak lagi terjadi. Setiap saat pertemuan kedua orang yang terikat di dalam tali perkawinan ini diisi dengan pertengkaran. Yang inti permasalahannya hanya satu yaitu Adiksi. Adiksi sudah mengambil Peran terlalu banyak. Adiksi sudah mengambil bagian terlalu banyak di dalam kehidupan berumah tangga. Saling salah menyalahkan sudah berang tentu sering sekali terjadi. Semua anggota keluarga untuk ayah adalah anggota keluarga yang sudah tidak mau lagi dipimpin oleh dia.Begitu juga anak – anak yang lain. Adik atau Kakak si Pecandu sering sekali menyalahkan si Pecandu. Dan orang tua yang tidak lagi dapat bekerja sama dengan mereka. Perhatian orang tua yang mereka harapkan untuk  mereka dapatkan tidak Lagi dapat diharapkan. Karena orang tua tidak lagi dapat memahami perhatian yang bagaimana Yang dapat di berikan kepada orang – orang yang menjadi anggota keluarga. Kadang – kadang ada juga anak yang di dalam anggota keluarga yang marah, karena mereka menganggap perhatian hanya tercurahkan untuk orang tua mereka saja. Kadang mereka juga merasa peranan mereka di dalam keluarga sudah tidak lagi dibutuhkan. Kadang – kadang malah memisahkan diri dari keluarga itu malah menjadi jalan yang terbaik bagi mereka untuk lepas dari konflik yang ada.Kerusakan -  kerusakan fungsi didalam keluarga yang terkena adiksi adalah suatu kejadian yang acap kali menjadi kejadian yang selalu mengganggu setiap keluarga. Dan ini sebenarnya menjadi kesalahan masa lalu. Menjadi bagian dari kesalahan masa lalu.Menyembuhkan Keluarga dan Rumah Anda.Keluarga sebagai tempat awal sekali seorang manusia untuk belajar adalah suatu andalan yang harus bisa di andalkan. Namun sebenarnya kalau kita bicara tentang kerusakan, tidak ada kerusakan yang tidak terjadi didalam setiap keluarga di bagian dunia dimanapun. Artinya disfunctional akan selalu ada di dalam setiap keluarga di Indonesia ini. Kita masih ingat bagaimana orang tua kita dengan tegasnya melarang anak-anaknya untuk tidak merokok dengan tidak menjelaskan alasan apapun. Bahkan sering kali juga orangtua kita dahulu mengajarkan kepada kita tentang tidak boleh merokok itu dengan merokok di depan kita. Anak yang masih dibawah umur waktu itu hanya menangkap bahwa saat itu dia tidak boleh merokok apa bila dia tidak ketahuan oleh orangtua mereka. Didikan semacam ini terus berlangsung di dalam keluarga. Dan ini menjadi semacam racun yang turun temurun yang tidak pernah hilang di dalam keluarga – keluarga. Orangtua kita yang mengajarkan kita tentang tidak boleh merokok tersebut itupun dia mendapat pendidikan semacam itu dari orangtua mereka yang sebelumnya. Pola dimana anak harus selalu manut terhadap apa yang diperintahkan orangtua lambat laun mulai bergeser seiring dengan perkembangan jaman. Tidak ada respect di dalam anggota keluarga itu menjadi juga satu menu yang banyak terjadi. Orang tua yang berharap anggota keluarga nya bisa tetap menaruh hormat kepada mereka tidak akan pernah lagi mengharapkan hormat dari setiap anggota keluarga yang lain. Dan susahnya seringkali kita tidak sadar kesalahan – kesalahan yang terjadi dimasa lampau tersebut diteruskan oleh orangtua – orangtua yang selanjutnya kepada anak – anak mereka di masa yang akan datang.Penyembuhan yang terjadi adalah sebenarnya bagaimana kita dapat menyadari sepenuhnya tentang yang terjadi di dalam keluarga kita. Kita sepenuhnya dapat menghentikan semua kekeliruan yang terjadi untuk tidak lagi terjadi di masa yang akan datang. Mengembalikan fungsi – fungsi yang perlu di dalam keluarga juga menjadi satu hal yang penting didalam setiap keluarga untuk tidak lagi terjadi kesalahan – kesalahan di dalam keluarga itu tadi. Maka apabila kita berbicara penyembuhan atau menyembuhkan keluarga dan rumah anda maka kita berbicara bagaimana caranya kita dapat menghentikan setiap kesalahan – kesalahan dari masa lalu untuk tidak lagi terjadi di masa sekarang ini,. dan tidak lagi di lanjutkan di masa yang akan datang.  Karena cara menyembuhkan luka tidak ada yang lain selain untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari. Sering kita merubah kesalahannya namun kita lupa bahwa kita harus merubah pola pikirnya. Begitu juga dengan adiksi. Bukan hanya sekedar merubah satu sistem yang ada dirumah yang dianggap sudah usang namun harus merubah pola pikir yang pastinya. Cara berpikir yang tidak lagi seperti dulu yang mana keluarga harus selalu menjadi tempat untuk anak – anak didik oleh orang tua. Yang mengatakan bahwa orang tua selalu benar. Namun kadang – kadang orang tua juga harus bisa mengakui bahwa kadang – kadang mereka juga tidak luput atas anak – anak nya. Dan anak juga tidak harus selalu menuntut orang tua untuk tampil sebagai orang tua yang sempurna namun bagaimana caranya anak dapat mengisi kekurangan yang ada dengan yang mereka punya.oleh : Arif Widodo(Psikolog Klinik Pratama BNN Kabupaten Tulungagung)


Selasa, 2 Juli 2019

Menyembuhkan Keluarga Dan Rumah Anda

Kalau kita berbicara tentang keluarga, maka kita akan berbicara komunitas yang paling kecil dari masyarakat. Keluarga adalah dasar dari masyarakat. Diseluruh dunia manapun keluarga menjadi awal dari timbulnya sebuah masyarakat. Dan begitu juga di Indonesia. Suatu keluaraga menjadi satu awal dari kehidupan di masyarakat. Keluarga menjadi awal pendidikan bagi seorang manusia atau anak. Sampai ada ungkapan bahwa, bagaimana keluarganya akan begitulah anaknya atau anggota keluarganya.Berikutnya di dalam keluarga kita akan menemukan bagian-bagian dan fungsinya. Di dalam keluarga pasti ada ayah, ibu, dan  anak. Dan di kalangan anak pun nantinya ada anak tunggal, anak sulung, anak tengah dan anak bungsu, atau anak yang paling kecil. Yang fungsi dari bagian-bagian keluarga tersebut juga memiliki perbedaan-perbedaan. Fungsi-fungsi di dalam keluarga akan menjelaskan bagaimana nantinya setiap anggota keluarga akan berperan. Dan seiring dengan perjalanan waktu fungsi dari tiap-tiap anggota keluarga akan berubah atau akan mengalami pergantian. Mungkin dari yang tadinya anak nantinya akan menjadi ayah atau ibu atau disebut menjadi orang tua. Pada saat nya nanti peranan yang ada di dalam keuarga akan mengalami perubahan. Seperti misalnya nantinya seorang Ibu bisa saja akan menjadi seorang ayah juga. Tergantung nantinya kejadian-kejadian atau cerita-cerita apa yang muncul di setiap keluarga.Dengan membicarakan fungsi-fungsi yang berlaku di dalam setiap keluarga atau yang berlaku di dalam setiap anggota keluarga maka kita dapat mempelajari seperti apa kejadian-kehjadian yang ada di dalam setiap keluarga.

Adiksi dan Keluarga

Di dalam dunia adiksi setiap orang di dalam keluarga akan menjadi bagian dari penyakit tersebut. Setiap anggota keluarga yang ada akan menjadi bagian dari penyakit adiksi. Memang seorang pecandu yang menggunakan obat-obatan, akhirnya hanya dialah atau si pecandu lah yang satu-satunya menggunakan obat-obatan di dalam keluarga. Tapi kemudiannya seluruh keluarga akan terkena efeknya. Kita menyebut hal tersebut adalah co-dipendent. Ketergantungan. Kalau si pecandu akan mengalami ketergantungan terhadap obat-obatan. Maka keluarga akan tergantung dengan si pecandunya.Ketergantungan terhadap si pecandu akan meliputi berbagai aspek. Antara lain aspek fisik, mental, emosional dan spiritual. Ketergantungan ini juga disebut kerusakan. Jadi kerusakan yang dialami oleh pecandu menjadi kerusakan yang dialami oleh seluruh anggota keluarga. Kerusakan fisik, sudah jelas pada diri si pecandu kerusakan fisik akan terlihat bahwa badan kurus. Karena pemakaian atau penggunaan obat-obatan jangka panjang. Seorang pecandu mengalami hidup yang tidak teratur. Tidur tidak teratur. Saat orang-orang lain sedang tidur malam hari, pecandu keluyuran untuk mabok. Di keesokan harinya orang – orang lain bangun pagi si pecandu bangun siang hari. Dan pada saat bangun bukan melakukan hal – hal yang biasa dilakukan oleh orang normal, seperti sarapan pagi misalnya. Tapi hal yang pertama dilakukan adalah make’, mabok ataupun mencari obat-obatan untuk dipake. Sehingga hal lain untuk dikira tidak diperhatikan lagi. Badan kurus bagi pecandu sudah tidak aneh lagi semua pecandu biasanya akan memiliki badan yang kurus. Mata yang tidak segar. Singkat kata keadaan fisik sungguh menyedihkan. Dan masalah fisik pada keluarga juga pasti terjadi. Keluarga pecandu yang bermasalah akan mengalami hal yang sama seperti apa yang dialami oleh pecandu. Kadang orang tua juga jadi tidak memperhatikan masalah kesehatan dirinya karena hanya memikirkan keadaan anak nya yang bermasalah dengan obat-obatan. Orang tua bisanya sering bertengkar dengan keadaan anak yang seperti ini.   Sering terjadi saling salah menyalahkan diantara orang tua. Ini semua salah bapak, karena bapak sering tidak ada di rumah, yang diurus hanyalah pekerjaan di kantor. Tidak pernah memperhatikan keadaan anak-anak dan rumah tangga. Ini juga salah ibu, ibu hanya tahu nya arisan saja. Ibu hanya tahunya kumpul – kumpul dengan teman-teman nya saja tanpa memperhatikan lagi rumah tangga. Keadaaan saling menyalahkan seperti ini sering sekali terjadi diantara orangtua pecandu. Bahkan anak yang lain juga sering menyalahkan orang tua. Kurang perhatian bagi anak yang lain akan berakibat juga. Anak yang lain merasa perhatian orangtua hanya dicurahkan kepada si pacandu. Dan sering mereka kecewa karena perhatian yang diberikan kepada pecandu hanyalah perhatian yang sia-sia. Si pecandu tetap saja menyusahkan si orangtua dan seisi rumah.Dilanjutkan dengan masalah mental. Pola pikir. Disaat bangun pagi si Pecandu, pada pikirannya yang terpikir pertama kali ialah drugs. Obat – obatan. Bagaimana caranya aku bisa make’ hari ini. Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan uang untuk aku make. Bagaimana caranya aku dapat menipu orang tua untuk aku bisa mabok. Pokoknya di dalam pikiran si Pecandu yang ada hanyalah pikiran untuk make’. Make’ dan make’. “Make untuk hidup dan hidup untuk make”. Mental atau pola pikir yang seperti itulah yang menjadi masalah di dalam diri seorang pecandu. Dan pola pikir ini akan ada di dalam diri keluarga pecandu juga. Kalau pecandu sudah mulai bisa mencuri di rumah sendiri pastinya keluarga setiap pagi juga akan mulai berpikir setiap bangun paginya, apa lagi hal yang akan dibuat oleh si pecandu ini. Hal apalagi yang akan di buat yang mengacaukan hari ini. Tetanga mana lagi yang akan datang kerumah untuk meminta ganti rugi atas kehilangan yang terjadi di rumah tetangga tersebut. Keadaan mental keluarga akan sangat terpengaruhi selama Pecandu masih ada di rumah. Selama ada di rumah, se isi rumah akan mengalami masa yang sulit untuk berpikir normal. Karena pola pikir keluarga juga sangat dipengaruhi oleh keadaan Junkie atau Pecandu tersebut .Kemudian kita melangkah kepada emosional. Pada awal – awal pemakaian si Pecandu, biasanya pemakaian untuk menutupi kesedihan. Kesedihan di tinggal kekasih misalnya, itu merupakan pemicu yang sangat strategis di dalam diri anak muda untuk melakukan hal – hal yang destruktif. Hal – hal yang merusak entah itu terhadap orang lain ataupun terhadap diri sendiri. Yang merusak terhadap diri sendiri biasanya mabok. Pertama kali biasanya alkohol menjadi pilihan pertama yang di lakukan oleh pemula. Tapi jaman sekarang ini banyak sekali pilihan untuk bisa mabok. Tapi kalanjutannya adalah feeling marah yang seperti itu atau feeling yang kecewa, sedih seperti itu pada awalnya di tutup dengan menggunakan drugs. Namun kemudian sedih – sedih yang berikutnya ditutup dengan menggunakan drugs juga. Sampai akhirnya kecanduan dan mulailah dengan setiap feeling atau perasaan apa saja akan ditutup dengan menggunakan drugs. Atau penggunaan drugs pada tahap addict atau pecandu tidak mengenal waktu lagi ataupun tidak mengenal perasaan lagi. Keadaan perasaan sedang senang si pecandu akan memakai obat – obatan dan keadaan sedih pecandu tersebut juga akan menggunakan obat-obatan. Jadi susah dan senang akan manggunakan drugs. Sampai akhirnya semua perasaan yang dimiliki oleh seorang pecandu ditutupi oleh drugs tidak ada lagi feeling yang normal. Yang ada hanyalah feeling yang menggunakan obat-obatan di saat kita menggunakan obat – obatan maka feeling atau perasaaan si pecandu akan normal. Dan itu terus terjadi bertahun – tahun. Sehingga akan timbul juga kecenderungan bahwa disaat si pecandu mengalami gejala putus obat maka perasaan yang muncul juga tidak normal. Sebab perasaan yang timbul atau yang muncul di dalam diri seorang pecandu akan muncul dengan tidak normal. Segala sesuatu yang dirasa akan muncul dengan ekstrim. Perasaan kecewa yang cuma sedikit tapi akan muncul dengan perasaaan yang terakumulasi dengan cukup tinggi. Sehingga hasilnya yang muncul adalah kecewa yang sedikit akan sedih yang minta ampun. Sedih akan sedih sekali, senang juga akan muncul gejala yang sama. Di saat senang akan senang bukan main. Senang yang kelewatan. Dan semua itu karena tertutup drugs. Pemakaian yang cukup lama mempengaruhi seseorang karena “tidak pernah ada seorang pecandu yang pernah menyelesaikan persoalan hidupnya dengan benar. Dengan begitu jadilah apa yang dinamakan dengan perasaan yang beku. Seorang pecandu tidak memiliki perasaan sama sekali. Dan begitu juga dari keluarga pecandu. Kerusakan emosional yang dialami keluarga pecandu hampir mirip dengan apa yang dialami oleh pecandu. Keluarga pecandu juga akhirnya selalu marah-marah. Tidak pernah mengalami penyelesaian persoalan yang kongkret. Setiap persoalan di antisipasi dengan marah atau sedih Itu saja. Tidak ada pembicaraan yang kekeluargaan . Tidak ada pembicaraan yang dewasa. Tidak ada lagi pembicaraan di tengah meja makan. Ini semua menjadi kejadian yang sehari-hari di tengah – tengah keluarga pecandu. Sehingga akhirnya keluarga pecandu hanya dapat merasakan feeling yang itu – itu saja.Dan kemudian kita masuk kepada kerusakan spiritual. Tidak ayal lagi pecandu dimana-mana tidak pernah dekat dengan Tuhan. Tidak pernah ada kesadaran tentang makna hidup di dalam diri seorang pecandu. Untuk seorang pecandu kembali lagi hidup hanya untuk make dan make untuk hidup. Jadi “konteks keTuhanan untuk pecandu sudah bergeser, boleh dibilang Tuhan untuk seorang pecandu adalah Drugs. Yang patut di sembah di dalam hidup adalah drugs.” Yang bisa membuat hidup sejahtera hanyalah drugs. Dimana saja kapan saja hanyalah drugs. Sikap beragama tidak ada lagi. Jangankan menjalankan ritual semata tapi pecandu bahkan sanggup menghalalkan nama Tuhan untuk memuluskan maksud-maksudnya untuk mendapatkan drugs. Demikian juga dengan keluarga, konsep spiritual yang ada di dalam keluarga kadang-kadang bergeser. Sampai ada keluarga pecandu yang menyalahkan Tuhan atas segala kejadian yang menimpa mereka. Mereka menganggap Tuhan tidak sayang terhadap keluarga mereka lagi.Hal-hal di atas yang sering terjadi didalam keluarga pecandu. Bahkan tidak hanya ada di dalam rumah saja. Keluarga yang ada di luar rumah juga akan terpengaruh dengan apa yang di derita atau adiksi yang diderita oleh keluarga si Pecandu. Masyarakat di sekitar juga akan berpandangan tidak positif lagi terhadap keluarga yang memiliki pecandu. Dianggap keluarga yang ada pecandunya adalah keluarga yang menyimpan penjahat di dalam rumah. Keluarga yang sampai selamanya akan menjadi masalah bagi masyarakat. Para tetangga pun cenderung untuk tidak mau terlibat terlalu jauh terhadap keluarga ini.Dengan demikian penyakit adiksi sudah tidak lagi hanya menyerang si pecandu semata tapi juga sudah mencakup keseluruh aspek. Entah itu masyarakat yang ada di dalam lingkup yang kecil tapi juga sudah mencakup kepada masyarakat yang cukup besar.

Fungsi Keluarga

Dengan adanya kekacauan yang terjadi di dalam rumah masing – masing fungsi yang ada di dalam rumah menjadi kacau. Fungsi atau peran masing – masing anggota keluarga  di dalam rumah tersebut tidak lagi menjadi maksimal. Setiap peran di dalam rumah tersebut menjadi distorsi. Peran yang ada di dalam rumah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Seorang ayah yang seharusnya menjadi sentral di dalam keluarga tidak lagi bisa menjadi andalan untuk mengambil keputusan. Banyak lahirnya kelemahan – kelemahan dimiliki oleh peran sentral tersebut. Ayah tidak Lagi bisa menjadi satu figur pemimpin yang bisa diandalkan. Tidak bisa mengambil keputusan sebagaimana mestinya. Setiap keputusan yang diambil terasa malah kacau. Adiksi di dalam hal ini cukup mengambil peranan. Fungsi Ayah di dalam keluarga telah hilang. Yang mucul adalah sosok seorang lelaki yang tidak berdaya terhadap berbagai keputusan yang semestinya dia ambil sendiri.Begitu juga ibu. Keluarga seperti kehilangan Ibu yang mestinya dapat menjadi Ibu yang baik. Ibu yang baik yang dapat mendampingi seorang suami untuk mengatur keluarga menjadi tidak efisien lagi. Bahkan pertengkaran – pertengkaran malah sering terjadi dan lebih sering bahkan. Artinya lebih sering Pertengkaran terjadi. Keharmonisan rumah tangga tidak lagi terjadi. Setiap saat pertemuan kedua orang yang terikat di dalam tali perkawinan ini diisi dengan pertengkaran. Yang inti permasalahannya hanya satu yaitu Adiksi. Adiksi sudah mengambil Peran terlalu banyak. Adiksi sudah mengambil bagian terlalu banyak di dalam kehidupan berumah tangga. Saling salah menyalahkan sudah berang tentu sering sekali terjadi. Semua anggota keluarga untuk ayah adalah anggota keluarga yang sudah tidak mau lagi dipimpin oleh dia.Begitu juga anak – anak yang lain. Adik atau Kakak si Pecandu sering sekali menyalahkan si Pecandu. Dan orang tua yang tidak lagi dapat bekerja sama dengan mereka. Perhatian orang tua yang mereka harapkan untuk  mereka dapatkan tidak Lagi dapat diharapkan. Karena orang tua tidak lagi dapat memahami perhatian yang bagaimana Yang dapat di berikan kepada orang – orang yang menjadi anggota keluarga. Kadang – kadang ada juga anak yang di dalam anggota keluarga yang marah, karena mereka menganggap perhatian hanya tercurahkan untuk orang tua mereka saja. Kadang mereka juga merasa peranan mereka di dalam keluarga sudah tidak lagi dibutuhkan. Kadang – kadang malah memisahkan diri dari keluarga itu malah menjadi jalan yang terbaik bagi mereka untuk lepas dari konflik yang ada.Kerusakan -  kerusakan fungsi didalam keluarga yang terkena adiksi adalah suatu kejadian yang acap kali menjadi kejadian yang selalu mengganggu setiap keluarga. Dan ini sebenarnya menjadi kesalahan masa lalu. Menjadi bagian dari kesalahan masa lalu.Menyembuhkan Keluarga dan Rumah Anda.Keluarga sebagai tempat awal sekali seorang manusia untuk belajar adalah suatu andalan yang harus bisa di andalkan. Namun sebenarnya kalau kita bicara tentang kerusakan, tidak ada kerusakan yang tidak terjadi didalam setiap keluarga di bagian dunia dimanapun. Artinya disfunctional akan selalu ada di dalam setiap keluarga di Indonesia ini. Kita masih ingat bagaimana orang tua kita dengan tegasnya melarang anak-anaknya untuk tidak merokok dengan tidak menjelaskan alasan apapun. Bahkan sering kali juga orangtua kita dahulu mengajarkan kepada kita tentang tidak boleh merokok itu dengan merokok di depan kita. Anak yang masih dibawah umur waktu itu hanya menangkap bahwa saat itu dia tidak boleh merokok apa bila dia tidak ketahuan oleh orangtua mereka. Didikan semacam ini terus berlangsung di dalam keluarga. Dan ini menjadi semacam racun yang turun temurun yang tidak pernah hilang di dalam keluarga – keluarga. Orangtua kita yang mengajarkan kita tentang tidak boleh merokok tersebut itupun dia mendapat pendidikan semacam itu dari orangtua mereka yang sebelumnya. Pola dimana anak harus selalu manut terhadap apa yang diperintahkan orangtua lambat laun mulai bergeser seiring dengan perkembangan jaman. Tidak ada respect di dalam anggota keluarga itu menjadi juga satu menu yang banyak terjadi. Orang tua yang berharap anggota keluarga nya bisa tetap menaruh hormat kepada mereka tidak akan pernah lagi mengharapkan hormat dari setiap anggota keluarga yang lain. Dan susahnya seringkali kita tidak sadar kesalahan – kesalahan yang terjadi dimasa lampau tersebut diteruskan oleh orangtua – orangtua yang selanjutnya kepada anak – anak mereka di masa yang akan datang.Penyembuhan yang terjadi adalah sebenarnya bagaimana kita dapat menyadari sepenuhnya tentang yang terjadi di dalam keluarga kita. Kita sepenuhnya dapat menghentikan semua kekeliruan yang terjadi untuk tidak lagi terjadi di masa yang akan datang. Mengembalikan fungsi – fungsi yang perlu di dalam keluarga juga menjadi satu hal yang penting didalam setiap keluarga untuk tidak lagi terjadi kesalahan – kesalahan di dalam keluarga itu tadi. Maka apabila kita berbicara penyembuhan atau menyembuhkan keluarga dan rumah anda maka kita berbicara bagaimana caranya kita dapat menghentikan setiap kesalahan – kesalahan dari masa lalu untuk tidak lagi terjadi di masa sekarang ini,. dan tidak lagi di lanjutkan di masa yang akan datang.  Karena cara menyembuhkan luka tidak ada yang lain selain untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari. Sering kita merubah kesalahannya namun kita lupa bahwa kita harus merubah pola pikirnya. Begitu juga dengan adiksi. Bukan hanya sekedar merubah satu sistem yang ada dirumah yang dianggap sudah usang namun harus merubah pola pikir yang pastinya. Cara berpikir yang tidak lagi seperti dulu yang mana keluarga harus selalu menjadi tempat untuk anak – anak didik oleh orang tua. Yang mengatakan bahwa orang tua selalu benar. Namun kadang – kadang orang tua juga harus bisa mengakui bahwa kadang – kadang mereka juga tidak luput atas anak – anak nya. Dan anak juga tidak harus selalu menuntut orang tua untuk tampil sebagai orang tua yang sempurna namun bagaimana caranya anak dapat mengisi kekurangan yang ada dengan yang mereka punya.oleh : Arif Widodo(Psikolog Klinik Pratama BNN Kabupaten Tulungagung)


Selasa, 3 September 2019

Tip Dan Trik Menolak Hasutan Mencoba Narkoba

Tip Dan Trik Menolak Hasutan Teman Untuk Mencoba NarkobaPergaulan adalah kunci utama dalam kehidupan sosial kita. Sebagai makhluk sosial, setiap hari kita tidak akan pernah bisa lepas dari interaksi bersama orang lain. Akan tetapi, selain manfaat positif yang bisa kita dapatkan, tidak jarang proses bersosial ini justru membawa dampak negatif. Salah satunya adalah masuknya pengaruh penyalahgunaan Narkoba. Karena tidak bisa kita pungkiri, lingkungan menjadi ternyata merupakan faktor kuat yang menjadi alasan orang pakai Narkoba untuk pertama kali. Bagaimana dengan kalian? pernah mendapat pengalaman ditawari Narkoba? Apa yang kalian lakukan? Berikut adalah cara efektif yang patut dicoba ketika mendapat tawaran pakai Narkoba.

  1. Perkaya Informasi Tentang Penyalahgunaan Narkoba.
Kawan! Kemajuan jaman dan teknologi ternyata juga mendorong berkembangnya permasalahan Narkoba. Untuk itu sebagai generasi jaman now atau generasi milenial harusnya kita lebih peka terhadap hal ini. Perbanyaklah informasi tentang penyalahgunaan dari berbagai sumber, mulai dari ikut kegiatan sosialisasi dari BNN, diskusi dengan teman sekolah/kampus bahkan surfing di dunia maya dengan sumber-sumber yang bisa terpercaya. Tanpa kita sadari, dengan semakin banyak informasi yang kita dapat, imunitas diri kita pasti juga akan bertambah. Tidak mudah terhasut bahkan tidak mudah untuk dibohongi dengan iming-iming yang ditawarkan.
  1. Komitmen Diri dan Berani Menolak.
Sudah sewajibnya kalo dalam diri kita harus punya komitmen untuk tidak akan pernah menyalahgunakan Narkoba. Kenapa ini penting? Karena tidak jarang, justru di jaman sekarang orang pakai Narkoba dalam keadaan sadar dan atas kemauan sendiri. Tidak seperti kisah-kisah jaman dulu, kalo pertama pakai Narkoba karena dijebak teman atau bandar. Banyak faktor kenapa orang secara sadar mencoba Narkoba, mulai dari memuaskan rasa penasaran sampai pelarian dari permasalahan hidup. Ada pula yang pakai Narkoba hanya untuk menuruti tren atau gaya hidup. Disamping itu, dari contoh kasus yang terjadi, Narkoba justru ditawarkan oleh teman akrab kita. Faktor kedekatan ini yang tidak jarang pula menjadi pemicu, maka dari itu selain komitmen diri, keberanian untuk menolak juga sangat penting. Kenapa? Karena iming-iming seperti itu pasti muncul tidak hanya sekali, tapi berkali-kali sampai kita mau untuk mencoba.
  1. Mencari Lingkungan Baru.
Penolakan-penolakan yang sering kita lakukan kepada teman yang menawarkan Narkoba, pasti akan berbuntut pada ancaman bakal dijauhi atau bahkan ditinggalkan teman. Hal ini sangat lumrah terjadi, akan tapi perlu kepala dingin pula untuk menanggapinya. Bukankah pergaulan yang baik itu adalah saling menjaga dan saling melindungi dari pengaruh negatif.  Bukannya saling menjerumuskan satu sama lain ke hal-hal yang tidak baik. Takut ditinggal teman? No Problem!! Jika memang dirasa pergaulan tidak nyaman dan beresiko mengarah ke hal yang negatif, sangat disarankan untuk keluar dari zona seperti itu. “Mending kehilangan teman daripada kehilangan masa depan gara-gara teman”. Sepakat yess.Itu tadi beberapa tip dan trik untuk menangkal hasutan-hasutan jahat pergaulan. Silakan dicoba kawan, semoga Tuhan selalu melindungi kita dari bahaya penyalahgunaan Narkoba.oleh : Angga(Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Kabupaten Tulungagung)


Selasa, 10 September 2019

Sehat Berwirausaha Tanpa Narkoba

Apa kaitannya Narkoba dengan dunia usaha? Pasti ada hubungannya. Memangnya apa? Mari kita bahas. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong dan menuntut semua aspek kehidupan untuk turut serta berkembang. Mulai jaman surat sampai ke email bahkan aplikasi chatting, mulai dari uang kertas sampai ke uang elektronik bahkan pasar dan toko-toko konvensional yang mulai harus bersaing dengan aplikasi belanja online. Yang pada intinya perkembangan jaman dimemang ciptakan untuk mempermudah aktifitas kita sehari-hari.Namun sayangnya era kemajuan teknologi juga dimanfaatkan oleh beberapa pihak tertentu untuk hal-hal yang negatif. Apa contohnya? Tidak lain dan tidak bukan jawabannya adalah NARKOBA. Bagaimana caranya? Jadi menurut berita dan berbagai sumber informasi media sosial sudah banyak contoh kasus tentang pengiriman barang mencurigakan berupa paket ekspedisi atau sebuah jasa pengiriman, yang tentu aksesnya memakai embel-embel kegiatan bisnis. Di Tulungagung pun pernah ditemukan kejadian serupa dimana Polisi berhasil menggagalkan pengiriman pil Dobel L sebanyak ratusan ribu butir melalui jasa pengiriman kereta api.Yups, sebagai pelaku wirausaha, tentunya kita semua ingin bila bisnis yang anda miliki tidak akan pernah bermasalah dengan Narkoba. Karena hal ini pasti akan berpengaruh besar pada produktifitas usaha. Nah, berikut ada poin-poin yang perlu di perhatikan dalam berbisnis/ berwirausaha di era sekarang yang penuh tantangan ini diantaranya :

  1. Saat bapak-bapak atau ibu- ibu melakukan transaksi bisnis baik ONLINE /OFFLINE, waspada dan hati- hati terhadap barang yang bukan dari NAMA ANDA atau ALAMAT PENGIRIM TIDAK DIKENAL, bisa dibilang barang "mencurigakan". Jika terjadi hal seperti ini bisa segera lapor ke pihak berwajib terdekat untuk memastikan apa isinya.
  2. Jika bapak-bapak atau ibu-ibu mempunyai staf atau karyawan, alangkah lebih baik mengawasi rutinitas mereka saat berada di area kerja anda. Antisipasi hal-hal yang tidak di inginkan seperti adanya karyawan yang memakai Narkoba secara diam-diam ketika bekerja atau bahkan melakukan peredaran gelap Narkoba kepada sesama karyawan.
  3. Buat aturan yang tegas pada perusahaan/usaha anda tentang sanksi penyalahgunaan atau peredaran gelap Narkoba bagi karyawan.
Sekian tips "Sehat Wirausaha Tanpa Narkoba", semoga gambaran singkat ini bisa memberikan pencerahan bagi kita semuanya.Salam, Oleh : MandariChaPenggiat Anti Narkoba Kabupaten Tulungagung
https://www.youtube.com/channel/UCbr6UANtDITOH5FaIz3EfAQ


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA TIMUR

374

Total Kasus Narkoba

479

Total Tersangka Kasus Narkoba

670

Total Pasien Penyalahgunaan

5,434

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

12,701,425

Jumlah Sebaran Informasi